‘Asyura
Mumentum yang Tepat Menyantuni Anak Yatim dan Kaum Dhu’afa
Senin, 26 November 2012
HARLAH KE 19 YAYASAN BINA ASUH YATIM PIATU MIFTAHUL HASAN
Kamis, 16 Agustus 2012
Buka bersama dan Pemberian Santunan
RAMADHAN BERSAMA TA’MIR
MASJID AT TAQWA PERUM YTL POWER PAITON
Sore yang cerah Senin
tanggal 13 Agustus 2012 di sekretariat Yayasan Bina Asuh Yatim Piatu Miftahul
Hasan terlihat kesibukan yang beda dengan hari lainnya. Anak-anak asuh bersama
pengurus berkemas menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut tamu rombongan dari
Ta’mir Masjid At Taqwa Perumahan YTL Power Paiton untuk buka bersama dengan anak
asuh serta pemberian santunan, acara diikuti sekitar 80 orang. Tepat jam 17.05
rombongan dari Ta’mir tiba di Yayasan Bina Asuh Yatim Piatu Miftahul Hasan.
Mengingat waktu sudah hampir maghrib acara langsung dimulai. Diawali dengan
sambutan oleh Minggu, 29 Juli 2012
BERBAGI DI BULAN RAMADHAN
Hari Sabtu, 28 Juli 2012
bertempat di mushollah, Pengurus Yayasan Bina Asuh Yatim Piatu Miftahul Hasan dan
Anak Asuh mengadakan buka bersama. Buka bersama di bulan ramadhan ini merupakan
kegiatan rutin yang diadakan oleh Yayasan Bina Asuh Yatim Piatu Miftahul Hasan dalam
rangka memberikan keperluan anak asuh dalam menyambut Hari Raya Idhul Fitri
Rabu, 11 Januari 2012
Aku Juga Punya Keinginan
AKU JUGA PUNYA KEINGINAN
“Fenomena anak-anak yatim dan dhuafa yang terlantar”
“Fenomena anak-anak yatim dan dhuafa yang terlantar”
Fenomena maut memang sangat mengerikan dan selalu menyisakan permasalahan bagi yang ditinggalkannya, terlepas apakah ia orang yang berpunya terlebih mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Anak-anak mereka yang berharta akan disibukkan dengan pembagian warisan, sampai pada pemboikatan saudara karena pembagian yang tidak sama, bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi akan menyisakan penderitaan bagi anak-anak mereka. Yang ujung-ujungnya menyebabkan keterlantaran mereka.
Kita hanya bisa bersimpati tanpa bisa berbuat apa-apa melihat mereka, anak-anak yang harus dengan rela ditinggalkan orang yang menjadi gantungan hidupnya, sebenarnya mereka tidak sadar dengan yang terjadi pada dirinya, karena memang mereka masih belum mengerti bahwa kerasnya hidup telah menunggu mereka didepan mata, bisa saja mereka bilang bahwa alam ini kejam suatu saat nanti, tanpa mereka berfikir ada suatu aturan Tuhan yang harus mereka patuhi sedangkan mereka sama sekali belum mengerti dengan semua itu, yang mereka tau “aku telah ditinggalkan orang yang menjadi gantungan hidupku” nasib begitu kejam memperlakukanku, sang dai berkata “Tuhan tidak akan pernah memberikan suatu cobaan untuk makhluknya yang tidak mampu dengan cobaan itu”, mungkin ini hanya sekedar peringan fikiran atau bentuk ketidak berdayaan untuk membantu sekian banyak mereka yang tidak bernasib baik. Padahal mereka akan bilang “AKU JUGA PUNYA KEINGINAN” seperti mereka yang bernasib lebih baik dariku; ingin menikmati fasilitas yang sama, mendapatkan perlakuan yang sama, menikmati hal yang sama seperti mereka.
Selasa, 10 Januari 2012
PEMBINAAN MENTAL ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM
PEMBINAAN MENTAL ANAK
DALAM PERSPEKTIF ISLAM
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kata “pembinaan” berasal dari kata “bina” yang berarti
“bangun”. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “pembinaan” Adalah
sebuah proses, cara membina, pembaharuan, penyempurnaan, usaha, tindakan dan
kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh
hasil yang lebih baik[1]
Dalam masyarakat kita, istilah mental tidak asing lagi, orang-orang sudah
dapat menilai apakah seseorang itu baik mentalnya atau tidak. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (574) mental diartikan "hal yang menyangkut batin dan
watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga." Sedangkan dalam
Kamus Psikologi mental diartikan "hal yang menyinggung masalah fikiran,
akal, ingatan atau proses-proses yang berasosiasi dengan fikiran ingatan"
(Chaplin, 2002: 340).[2]
Langganan:
Komentar (Atom)